Friday, December 28, 2012
TERAS III
Teras III berukuran lebih kecil dari tera II. Adapun sisi teras ini berukuran panjang sisi barat laut 18.5 m, sisi tenggara 18 m, sisi timur laut 18 m sedangkan sisi barat daya 18m.
Pada Teras III ditemukan 5 bangunan yang hampir sebagian besar merupakan kelompok-kelompok batu tegak, baik yang masih berdiri maupun yang sudah rubuh. Beberapa bangunan disusun dalan bentuk persegi empat atau melingkar. Masing-masing bangunan terpisah-pisah tidak nampak adanya jalan atau pondasi yang menghubungkan anatara bangunan satu dengan yang lainnya. Bangunan-bangunan inilah dimasa lalu diperkirakan memiliki fungsi sebagai kuburan oleh krom. Data terakhir yang diperoleh sebagai hasil ekskapasi D.D.Bintarti tahun 1982 membuktikan bahwa pada beberapa bangunan tidak ditemukan ada tanda-tanda pengiburan, kecuali hanya ditemukan pecahan gerabah poloh yang terbatas jumlahnya.
Di Teras III atau tahapan ke 3 Situs Gunung padang, terpadat sebuah batu yang menpunyai tanda atau bekas telapak kaki harimau (maung).
Kererangan Klik disini!
TERAS-TERAS SITUS MEGALIT GUNUNG PADANG :
Thursday, December 27, 2012
CIKAHURIPAN
Menurut Abah Ruskawan, budayawan Cianjur dan Ketua Paguyuban Pasundan
Cianjur, menceritakan wilayah Gunung Padang termasuk tempat yang
dikeramatkan. “Biasanya ada indikator adanya sumur,” kata Abah. Menurut
Abah, di Gunung Padang dulu ada dua sumur. Yang di atas saat ini kering,
tinggal yang di bawah, dekat tangga naik. Sumur tersebut dinamakan
Sumur Cikahuripan.
Sumur tersebut dipercaya bisa membuat suara bagus, awet muda, dan
dekat dengan jodoh jika diminum. Abah Ruskawan punya penjelasan
ilmiahnya, Dia pernah membawa sampel air dari sumur itu ke Laboratorium
Teknik Pangan Universitas Padjadjaran.
Dari hasil penelitian, air Sumur Cikahuripan mengandung asam
laureate, Fe (besi), dan mangan dengan kandungan standar untuk
dikonsumsi manusia. “Jika diminum, metabolisme tubuh makin lancar. Kalau
metabolisme lancar, kotoran dalam tubuh keluar, termasuk kotoran di
tenggorokan,” terang Abah. Kalau metabolisme lancar, tubuh sehat, suara
bagus, Abah melanjutkan, tentu auranya keluar, sehingga terlihat segar.
“Makanya terlihat awet muda, bahkan bisa dapet jodoh juga,” Abah
menjelaskan.
Saat ini, air dari Sumur Cikahuripan dimanfaatkan warga sekitar untuk
kebutuhan rumah tangga. Air dialirkan dengan selang-selang ke beberapa
rumah di sekitar kaki bukit Gunung Padang.
Sumber kutipan dari
Kebun Raya Cibodas
Kebun Raya adalah suatu kawasan yang mengkoleksi berbagai jenis
tumbuhan. Tumbuhan yang dikoleksinya memiliki dasar ilmiah. Informasi
ilmiah mengenai koleksinya terdokumentasi dengan baik. Fungsi dari Kebun
Raya adalah sebagai tempat konservasi ex-situ, tempat penelitian,
tempat pendidikan lingkungan, dan tempat wisata.
Sampai saat ini, sebagian masyarakat masih memandang Kebun Raya Cibodas (Kebun Raya Indonesia) hanya sebagai tempat wisata. Sebagian lainnya juga belum memahami benar bahwa Kebun Raya bukan hanya sekedar tempat untuk menanam spesimen koleksi tumbuhan. Tugas besar masih dihadapi oleh Kebun Raya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap arti penting tumbuhan bagi kehidupan. Dalam tataran yang lebih pragmatis, tugas besar tersebut terutama terletak pada arti nyata atau nilai manfaat langsung Kebun Raya bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitarnya. Dalam kenyataannya, pengelolaan Kebun Raya memang harus mempertimbangkan aspek ekonomi dan sosial masyarakat di sekitarnya dan tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek konservasi dan kompetensi ilmiahnya saja.
Seiring dengan perjalanan waktu, Kebun Raya Cibodas telah mengalami berbagai perkembangan. Selain sebagai kebun pengembangan tanaman berpotensi ekonomi, Kebun Raya Cibodas telah berkembang menjadi sebuah lembaga ilmiah yang berperan penting dalam konservasi tumbuhan. Dari segi ekonomi, keberadaan Kebun Raya Cibodas bahkan mampu menggerakan ekonomi lokal dan kawasan, terutama sebagai tempat menggantungkan hidup bagi para pedagang bunga dan tanaman hias, perajin cinderamata, pengusaha makanan dan minuman, pengusaha penginapan dan hotel, biro perjalanan wisata, usaha perparkiran, serta menciptakan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Sampai saat ini, sebagian masyarakat masih memandang Kebun Raya Cibodas (Kebun Raya Indonesia) hanya sebagai tempat wisata. Sebagian lainnya juga belum memahami benar bahwa Kebun Raya bukan hanya sekedar tempat untuk menanam spesimen koleksi tumbuhan. Tugas besar masih dihadapi oleh Kebun Raya untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap arti penting tumbuhan bagi kehidupan. Dalam tataran yang lebih pragmatis, tugas besar tersebut terutama terletak pada arti nyata atau nilai manfaat langsung Kebun Raya bagi masyarakat, khususnya masyarakat sekitarnya. Dalam kenyataannya, pengelolaan Kebun Raya memang harus mempertimbangkan aspek ekonomi dan sosial masyarakat di sekitarnya dan tidak cukup hanya mempertimbangkan aspek konservasi dan kompetensi ilmiahnya saja.
Seiring dengan perjalanan waktu, Kebun Raya Cibodas telah mengalami berbagai perkembangan. Selain sebagai kebun pengembangan tanaman berpotensi ekonomi, Kebun Raya Cibodas telah berkembang menjadi sebuah lembaga ilmiah yang berperan penting dalam konservasi tumbuhan. Dari segi ekonomi, keberadaan Kebun Raya Cibodas bahkan mampu menggerakan ekonomi lokal dan kawasan, terutama sebagai tempat menggantungkan hidup bagi para pedagang bunga dan tanaman hias, perajin cinderamata, pengusaha makanan dan minuman, pengusaha penginapan dan hotel, biro perjalanan wisata, usaha perparkiran, serta menciptakan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
T.N Gede Pangrango
Gudung
Gede maupun kawasan Taman Nasional Gede Pangrango juga merupakan objek
wisata alam yang menarik dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik
domestik maupun internasional. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango,
adalah salah satu Gunung yang sangat cocok untuk para pendaki pemula.
Jalur tracking yang sudah tersedia dari jalur Cibodas memudahkan para
pendaki menelusuri jalur ke arah puncak. Namun, tingkat kesulitan
jalurnya sangat menantang.
Datang dan nikmati keindahan alam di Taman Nasional Gunung Gede
Pangrango, salah satu dari lima taman nasional tertua di Indonesia dan
ditetapkan sebagai World Heritage Site. Dengan ketinggian puncak kurang
lebih 3.019 m dpl, kawasan seluas 15.196 ha ini mencakup tiga kabupaten,
yaitu Bogor, Cianjur, dan Sukabumi. Taman nasional ini juga merupakan
kawasan hutan terbasah di Jawa Barat disebabkan tingginya curah hujan
setiap tahunnya. Di sini Anda akan melihat sekitar 250 jenis tumbuhan,
serta berbagai jenis hewan langka seperti burung Elang Jawa (spizaetus
bartelsi), empat jenis primata, dan beberapa jenis mamalia dan reptilia.
Banyak atraksi wisata yang bisa dilakukan di daerah ini, seperti
hiking, climbing, camping serta menyaksikan keindahan alam atau fenomena
alam yang ada seperti Telaga Biru, air terjun, air panas, Kawah Gunung
Gede, dan alun-alun Suryakencana.
Ada beberapa lokasi/objek yang menarik untuk dikunjungi di taman Nasional Gunung Gede Pangrango diantara nya:
1. Talaga Biru
Danau kecil berukuran lima hektar (1.575 meter dpl.) terletak 1,5 km dari pintu masuk Cibodas. Danau ini selalu tampak biru diterpa sinar matahari, karena ditutupi oleh ganggang biru.
2. Air terjun Cibeureum
Air terjun yang mempunyai ketinggian sekitar 50 meter terletak sekitar 2,8 km dari Cibodas. Di sekitar air terjun tersebut dapat melihat sejenis lumut merah yang endemik di Jawa Barat.
3. Puncak dan Kawah Gunung Gede
5. Alun-alun Suryakencana
1. Talaga Biru
Danau kecil berukuran lima hektar (1.575 meter dpl.) terletak 1,5 km dari pintu masuk Cibodas. Danau ini selalu tampak biru diterpa sinar matahari, karena ditutupi oleh ganggang biru.
2. Air terjun Cibeureum
Air terjun yang mempunyai ketinggian sekitar 50 meter terletak sekitar 2,8 km dari Cibodas. Di sekitar air terjun tersebut dapat melihat sejenis lumut merah yang endemik di Jawa Barat.
3. Puncak dan Kawah Gunung Gede
Panorama
berupa pemandangan matahari terbenam/terbit, hamparan kota Cianjur,
Sukabumi, dan Bogor terlihat dengan jelas, atraksi geologi yang menarik
dan pengamatan tumbuhan khas sekitar kawah. Di puncak ini terdapat tiga
kawah yang masih aktif dalam satu kompleks yaitu kawah Lanang, Ratu
dan Wadon. Berada pada ketinggian 2.958 m. dpl dengan jarak 9,7 km atau
5 jam perjalanan dari Cibodas.
4. Kandang Batu dan Kandang Badak
Untuk
kegiatan berkemah dan pengamatan tumbuhan/satwa. Berada pada
ketinggian 2.220 m. dpl dengan jarak 7,8 km atau 3,5 jam perjalanan dari
Cibodas.
5. Alun-alun Suryakencana
Dataran seluas 50 hektar yang ditutupi hamparan bunga edelweiss. Berada pada ketinggian 2.750 m. dpl dengan jarak 11,8 km atau 6 jam perjalanan dari Cibodas.
11:28 PM
Unknown







